Translation II (Astia Lili Erminda)

Metode Pengajaran Dan Sumber Daya Transform Sekolah Indonesia

        Fasilitas yang sempurna, para siswa belajar dari guru yang antusias, dan sekolah itu memiliki dukungan kuat dari orang tua dan masyarakat sekitarnya. Ini bukan sebuah sekolah di Amerika Serikat, melainkan sekolah yang saya gambarkan adalah Sedati Gede 2 sekolah dasar, yang terletak di Sidoarjo kabupaten di provinsi Jawa Timur Indonesia, dimana pemerintah Indonesia telah bermitra dengan USAID. Sekolah memiliki 30 guru dan melayani 746 siswa antara usia 6 dan 12.

         Anak-anak berinteraksi dengan Biswal Asisten Administrator di sebuah kelas di Sedati Gede 2 sekolah dasar. (Foto: USAID)

         Sebagai bagian dari Program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi nya, USAID telah bermitra dengan pemerintah Indonesia untuk membantu meningkatkan fasilitas sekolah, memperkuat manajemen sekolah dan akuntabilitas (misalnya, dengan memperkuat komite orang tua), dan meningkatkan pengajaran / pembelajaran proses-yang semuanya berkontribusi untuk meningkatkan pembelajaran siswa.

          Pendidikan telah menjadi prioritas dalam kemitraan antara pemerintah AS dan Indonesia. Program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi USAID dimulai pada 2005, dan sejak saat itu telah diuntungkan sekitar 1.500 sekolah, 57.400 pendidik, dan 480.000 siswa. Alat dan pendekatan telah direplikasi oleh pemerintah daerah dan lembaga donor, sangat memperluas dampak kami telah dengan program ini. Pada akhir 2011, akan ada 26.170 sekolah replikasi praktik terbaik dari program ini.

           Berhenti pertama saya pada kunjungan ini adalah fasilitas TK. Kepala Nur Abda’u dan pejabat pendidikan setempat menyapa saya dan membawa saya ke sebuah ruang kelas dihiasi ceria, di mana pelajaran yang didukung USAID Instruksi Audio Interaktif berlangsung. Sebagai bagian dari pelajaran mereka, anak-anak dengan gembira bermain game interaktif dengan bola. Saya berkata kepada kepala sekolah bahwa ini hanyalah jenis pengasuhan, sekolah merangsang bahwa saya akan senang untuk mengirim anak-anak saya sendiri untuk.

           Sebuah berjalan kaki lima menit berkendara adalah Sedati Gede 2 sekolah dasar. Ada saya mengamati kelas sains di mana siswa melakukan percobaan pada listrik dengan membangun sirkuit menggunakan baterai dan bola lampu, di kelas lain aku melihat siswa melakukan pengamatan tentang bagian-bagian tumbuhan. Saya bisa chatting dengan anak-anak tentang studi mereka, dan antusiasme mereka menular.

           Berikutnya saya mengunjungi sebuah pusat sumber daya cluster. Pusat-pusat, didirikan dengan dana dari USAID, memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan rencana pelajaran, browsing internet untuk bahan pengajaran, dan berbagi rendah biaya bahan dikembangkan dan diciptakan oleh guru lokal. Pusat-pusat pelatihan juga rumah dan menawarkan tempat di mana guru dan stakeholder pendidikan lainnya dapat berkumpul untuk membahas isi pelatihan dan inovasi kelas, dan berkolaborasi dengan rekan-rekan. Dengan menyediakan guru dengan ruang-ruang, mereka mampu untuk berbagi praktik terbaik dengan satu sama lain dan melengkapi buku-buku teks dengan bahan belajar di luar. Salah satu manfaat banyak dari pusat sumber daya cluster yang saya saksikan adalah dorongan yang lebih interaktif, tangan-on belajar lingkungan, dengan fokus pada menghafal hafalan menurun. Saat ini, ada 113 pusat-pusat seperti di 7 propinsi didirikan dengan dukungan USAID.

            Sekolah ini juga menawarkan tingkat iri dukungan dari orang tua dan masyarakat yang lebih besar. Relawan tua memutar melalui kelas dan menyediakan bahan-bahan dan dukungan bagi para guru secara teratur. Sebuah komite orang tua memberikan masukan tentang prioritas kurikulum dan membantu dengan mobilisasi sumberdaya melalui penggalangan dana masyarakat secara luas. Beberapa sumber daya ini digunakan untuk membeli bahan pembelajaran atau digunakan untuk pemeliharaan fasilitas. Semua guru dan administrator di sekolah ini telah dilatih dan didukung dengan pendampingan untuk lebih memberikan pengajaran yang efektif dan meningkatkan manajemen sekolah dan pemerintahan. Sekolah kini telah menjadi model di kabupaten dan menjadi tuan rumah kunjungan pendidikan beberapa dari daerah lain.

            Mampu untuk menyaksikan dampak dari program pendidikan kami di Indonesia secara langsung memang luar biasa. Pendekatan komprehensif untuk manajemen sekolah yang aku saksikan adalah jalan ke depan untuk mencapai hasil pendidikan ditingkatkan. Sedangkan kinerja siswa di Indonesia masih lebih rendah daripada di negara tetangga, USAID bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan masa depan ribuan anak-anak Indonesia dengan menyebarkan reformasi ditemukan di tempat-tempat seperti sekolah Sedati Gede 2 primer.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: