KURIKULUM ( NAILUL MUNA)

PENGERTIAN KURIKULUM -ETIMOLOGI N TERMINOLOGI

Kurikulum merupakan alat yang sangat penting dalam menjamin keberhasilan proses pendidikan, artinya tanpa kurikulum yang baik dan tepat akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang dicita-citakan. Secara etimologi menurut Wiles dan Bondi (1989) istilah kurikulum pertama kali ditemukan di Skotlandia pada awal tahun 1820, dan istilah tersebut secara modern pertama kali digunakan di Amerika Serikat satu abad kemudian. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “currerre” berupa kata kerja (to run) yang berarti lari. Di dalam kamus Webster kata kurikulum berasal dari bahasa Yunani “curicula” yang memiliki beberapa arti dari kurikulum diantaranya: (1) Tempat perlombaan, jarak yang harus ditempuh pelari kereta lomba; (2) Suatu jalan untuk pedati atau perlombaan; (3) Perlombaan yang dimulai dari start dan diakhiri dengan finish. Dari beberapa arti secara etimologi di atas, kurikulum yang terakhir identik dengan proses pembelajaran, sehingga atas dasar tersebut istilah kurikulum diterapkan dalam pendidikan.

Secara terminologi kurikulum dapat diartikan (1) tradisional/sempit dan; (2) modern/luas. Tradisional menyebutkan awalnya kurikulum diartikan sebagai subject atau mata pelajaran atau bidang studi yang harus dikuasai anak didik secara kognitif untuk lulus mendapat ijazah. Sejumlah mata pelajaran atau traning yang diberikan sebagai produk atau pendidikan (Wiles & Bondi, 1989). Adapun Taba (1962) mengemukakan kurukulum sebagai rencana untuk belajar. Sehingga istilah kurikulum sekarang ini disamakan dengan pedoman mengajar, silabus atau buku teks yang ditetapkan course. Secara modern menyebutkan keseluruhan pengalaman anak atau peserta didik saat berada di dalam kelas yang terjadwal, di luar kelas (seperti laboratorium, halaman) bahkan luar sekolah (seperti kunjungan wisata, musium) yang mempunyai tujuan dan berada di bawah tanggung jawab sekolah.

Berikut defenisi beberapa ahli kurikulum: Kerr (1966: 4) mendefinisikan kurikulum sebagai “All the learning which is planned or guided by the school, whether it is carried on in group or individually inside of or outside the school”. Sementara Oliver (1977) mengemukakan kurikulum sebagai program pendidikan di sekolah dengan fokus pada (1) elemen program studi, (2) elemen pengalaman, (3) elemen pelayanan, (4) elemen kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).

Saylor (1962: 5) mengemukakan “The curriculum is the sum total of the school’s efforts to influence learning whether in the classroom, on the playground or out of school”. Ragan (1966: 5) menyebutkan “The school curriculum is an interprise in guided living, instead of being as life itself the school curriculum represents as special environment that has been systematized, edited and simplified for a special purpose”.

Terma kurikulum memang mengandung varian pemahaman di kalangan masyarakat pendidikan. Dari pemahaman yang paling sempit, yang memahami kurikulum hanya sebagai rencana pelajaran yang ditempuh atau diselesaikan peserta didik guna mencapai tingkat suatu tingkatan tertentu sampai kepada yang memahami kurikulum sebagai aktifitas yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.
Dengan bertolak dari varian pemahaman itulah, maka J. A. Beane dan Taffer seperti dikutip Suyanto membagi kurikulum dalam empat jenis, yakni : Pertama kurikulum sebagai produk, Kedua kurikulum sebagai program, Ketiga kurikulum sebagai hasil belajar yang diinginkan dan Keempat kurikulum sebagai pengalaman bagi peserta didik.
J. Gallen (1960 : 3-4) memberikan ringkasan pengertian kurikulum sebagai berikut : (1) Hasil-hasil belajar dari pengalaman; (2) Pengalaman yang diberikan oleh sekolah untuk tujuan belajar; (3) Pengalaman-pengalaman luar sekolah dan hasil belajar yang memiliki korelasi dan pengaruh terhadap apa yang terjadi di sekolah.

Oleh karena itu kurikulum adalah semua kegiatan yang dirancang bagi terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian ini jauh lebih luas, karena mencakup seluruh kegiatan intern dan ekstra peserta didik, baik yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran maupun kegiatan-kegiatan lain yang menunjang tercapainya kegiatan pendidikan. Memprogramkan kurikulum sudah harus mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang perlu dalam frame pendidikan, termasuk interaksi antara anak didik dan pendidik (learner and teacher) sesama anak didik dan antara sekolah dengan masyarakat sekitar.

Dalam konteks pendidikan Islam (Tarbiyah al Islamiyah) jika diperiksa beberapa kamus berbahasa Arab, maka dijumpai kata atau istilah Manhaj dan Nahyu, yang pergertiannya tidak jauh berbeda dari pengertian kurikulum di atas. Husain Sulaiman Qurah (1979 : 237) mengartikan kurikulum atau manhaj dan Curse atau an Nahyu dalam bahasa Arab sebagai jalan untuk sesuatu cara yang dilakukan seseorang, agar segera dapat mencapai tujuan tertentu. Yang berarti kurikulum berarti jalan yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta nilai-nilai.

Ihwal hakekat kurikulum, para ahli memberikan batasan kurikulum secara beragam, mulai dari sekedar written curriculum sebagai dokumen tertulis sampai pada implemented curriculum. Batasan-batasan ini sangat bergantung pada pandangan dan pengalaman para ahli. Tidak ada batasan yang mutlak benar dan juga mutlak salah. Lazimnya, mereka memaparkan perspektif yang berbeda-beda dalam cakupan yang lebih luas dan lebih kompleks. Namun dari beberapa defenisi itu dapat ditarik benang merah, bahwa ada yang menekankan isi pelajaran dan di pihak lain menekankan proses atau pengalaman belajar.

Demikian pula defenisi yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) nomor 20 tahun 2003 Pada pasal 1 dinyatakan bahwa: ‘kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar’. Batasan ini mengisyaratkan bahwa kurikulum mencakup berbagai aspek seperti tujuan (objectives), materi (content), pengalaman peserta didik (experiences), dan sasaran pembelajaran (end/outcomes). Secara yuridis formal, batasan kurikulum kita sudah mencakup dua dimensi pokok kurikulum; produk dan proses. Dalam konteks pendidikan, fokus perhatian tertuju pada end / outcomes sebagai wujud kinerja lulusan yang diantaranya peduli, memiliki apresiasi, dan bersikap positif terhadap lingkungan.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

 

 

Makalah kurikulum

 

Daftar Isi 2
1. Pendahuluan 3
1.1 Latar Belakang Masalah 3
1.2 Masalah atau Topik Bahasan Makalah 3
1.3 Tujuan Penulisan Makalah 4
2. Pembahasan 5
2.1 Definisi kurikulum 5
2.1.1 Menurut etimologi 5
2.1.2 Menurut terminologi 5
2.2 Fungsi kurikulum 6
2.3 Pengembangan kurikulum 6
2.4 Prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum 7
2.5 Pendekatan dalam pengembangan kurikulum 7
2.6 Bentuk dalam pengembangan kurikulum 7
2.7 Dua jenis pengembangan kurikulum 7
2.8 Langkah-langkah pengembangan kurikulum 7
3. Penutup 9
3.1 Kesimpulan 9
3.2 Penutup 9
Daftar Pustaka 10

Bab I
Pendahuluan

1.1.1Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).
Dari pengertian tersebut kurikulum sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar mengajar disekolah, yang merupakan jembatan untuk tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional.
Pada perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan yang secara terus menerus menuntut perlunya sistem Pendidikan Nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.
Penulisan makalah ini mempunyai alasan yaitu kurikulum merupakan komponen yang amat penting di dunia pendidikan, karena kurikulum merupakan suatu usaha yang menjembatani tercapainya Pendidikan Nasional maka perlu dilakukan kajian-kajian tentang perkembangan kurikulum.

1.2Masalah atau Topik Bahasan Makalah
Problematika yang sesuai dengan judul makalah dan atas dasar pertimbangan latar belakang masalah, maka penulis mengemukakan yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang berbagai hal yang berhubungan tentang perkembangan kurikulum. Dengan penulisan kurikulum ini kita harapkan bahwa kita akan semakin memahami tentang perkembangan kurikulum dan kita harapkan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia dapat berkembang ke arah yang lebih baik. Selain itu makalah yang kami buat ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan.

BAB 1
PEMBAHASAN

Definisi kurikulum
Kurikulum merupakan istilah yang sulit diterjemahkan secara tepat. Banyak terjadi perbedaan pendapat mengenai istilah kurikulum. Disini akan dibahas mengenai definisi secara etimologi dan terminologi.

2.1.1 Menurut etimologi
Menurut etimologi kurikulum berasal dari kata curriculum yang berasal dari kata currerre yang berarti: berlari cepat, tergesa-gesa, menjalani. Currerre dijadikan kata benda menjadi curriculum yang berarti: lari cepat, pacuan,balapan kereta,perjalanan, suatu pengalaman tanpa henti, lapangan perlombaan, gelanggang, jarak yang ditempuh, dan rencana pelajaran.

Menurut terminologi
Kurikulum secara istilah yaitu kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah1
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

2.2 Fungsi kurikulum
Kurikulum memiki banyak fungsi diantaranya untuk anak, guru, orang tua murid, sekolah pada tingkatan diatasnya, masyarakat,pemerhati lulusan sekolah juga untuk mencapai tujuan pendidikan. Di sini kita hanya menjelaskan manfaat kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum suatu sekolah pada dasarnya adalah “ merupakan suatu alat untuk mencoba tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai”.2

2.3 Pengembangan kurikulum
Sebenarnya apakah pengembangan kurikulum itu dan mengapa kurikulum perlu dikembangkan? Pengembangan kurikulum terjadi akibat dari rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu kurikulum yang sedang ataupun sudah berlaku. Namun, tidak semua rasa tidak puas ini memicu pengembangan kurikulum. Maka perlu diteliti lagi tentang konsep dari pengembangan kurikulum itu.
Istilah pengembangan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru dimana selama kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan.3
Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum, pelaksanaan disekolah-sekolah disertai pengawasan secara intensif dan penyempurnanaan terhadap komponen-komponen tertentu dari kurikulum atas hasil penelitian.
Pengembangan kurikulum juga perubahan dan peralihan total atau dari suatu kurikulum ke kurikulum yang lain.

2.4Prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum
Dalam kegiatan mengembangkan suatu kurikulum maka kita memerlukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan yaitu prinsip: relevansi, efektifitas, efisiensi, serta kesinambungan dan fleksibilitas4

2.5Pendekatan dalam pengembangan kurikulum
Ada dua jenis pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum yaitu berorientasi pada bahan-bahan pelajaran, pendekatan yang berorientasi pada tujuan pelajaran, serta pada organisasi bahan.

2.6Bentuk dalam pengembangan kurikulum
Ada dua bentuk pengembangan kurikulum yaitu pengembangan atas dasar sistem dan pengembangan atas dasar mata pelajaran.5

2.7Dua jenis pengembangan kurikulum
Pengembang kurikulum terbagi menjadi dua hal yaitu pola tradisional serta pola heuristik.

2.8Langkah-langkah pengembangan kurikulum
Di bawah ini adalah pengembangan kurikulum secara umum yaitu pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah atau mengembangkan kurikulum yaitu “administrative approach” yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru, jadi”from the top down”, dari atas ke bawah, atas inisiatif para administrator.
Yang kedua yaitu “grass roots approach” yaitu yang dimulai dari akar “from the bottom up” dari bawah ke atas yaitu pihak guru atau sekolah dengan harapan akan meluas ke sekolah-sekolah lainnya. Untuk di Indonesia digunakan administrative approach.
Langkah-langkah pengembangan kurikulum agar dapat berhasil dengan baik maka perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
1.Pengaruh faktor-faktor yang pendorong pembaharuan kurikulum
2.Inisiasi pengembangan
3.Innovasi kurikulum baru
4.Difusi (penyebaran) pengetahuan dan pengertian tentang pengembangan kurikulum di luar lembaga-lembaga pengembangan kurikulum
5.Implementasi kurikulum yang telah dikembangkan disekolah-sekolah
6.Evaluasi kurikulum6

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kurikulum merupakan sebuah salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka kurikulum merupakan alat penting dalam proses pendidikan. Kurikulum hendaknya berperan dan bersifat anticipatory dan adaptif dalam perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kurikulum senantiasa berubah itu wajar dan untuk mengubahnya kearah yang lebih baik, maka kita perlu para ahli yang menguasai tentang kurikulum itu sendiri.
3.2 Penutup
Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami nantikan saran dan kritik yang membangun. Terima kasih atas segala perhatiannya.

DAFTAR PUSTAKA

Subandiyah.1996.Pengembangan dan Inovasi Kurikulum,Jakarta:PT Raja
Grafindo Persada
Sutopo dan Wasty Soemanto,Hendyat.1993.Pembinaan dan Pengembangan
Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan.Jakarta:Bumi Aksara
Hamalik,Umar.1993.Evaluasi Kurikulum.Bandung:Remaja Rosdakarya Offset
Nasution,S.2006.Asas-asas Kurikulum.Jakarta:Bumi Aksara

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: